Logo
SMART-Fish Indonesia

Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish in Indonesia

Other Information Header InformationOther Information Header Information

News & Articles

INSPIRed Light: Sebuah Usaha Meningkatkan Produktivitas dan Keterlacakan

News & Articles INSPIRed Light:  Sebuah Usaha Meningkatkan Produktivitas dan Keterlacakan img 0399
Produktivitas dan keterlacakan adalah dua hal penting yang dibutuhkan untuk bersaing di kancah global. Tahun lalu SMART-Fish Indonesia telah memperkenalkan sebuah alat untuk mengukur kedua hal tersebut. Namun perkembangkannya kurang baik dimana ada beberapa kendala untuk dapat mengaplikasikannya. Kini ahli keterlacakan kami – Dr. Heiner Lehr kembali datang ke Indonesia untuk memperlajari situasi dan memodifikasi INSPIRed agar dapat dipergunakan.

Dr. Lehr datang untuk memperkenalkan versi INSPIRed yang telah disederhanakan, yang diberi nama INSPIRed Light. Tujuan dari diluncurkannya alat ini adalah sebagai titik masuk bagi pengguna untuk nantinya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Versi ringan ini hanya membutuhkan masukan data yang sederhana dan akan menghasilkan laporan mendasar tapi berguna.

Di PT Agarindo, salah satu mitra kerja SMART-Fish Indonesia, Dr Lehr menemukan kalau perusahaan ini sebenarnya membutuhkan sistem terintegrasi yang dapat mengakomodasi sistem pencatatan yang sudah mereka jalankan pada saat ini. Setelah berlatih dengan INSPIRed Light, kemampuan untuk menghasilkan data dan grafik yang diinginkan membuat para staf tertarik dengan versi Light ini dan meminta tambahan quota peserta pelatihan yang akan diadakan.

Mirip dengan kondisi di PT Agarindo, PT Surya Indoalgas juga tertarik dengan versi Light ini dan ingin mengaplikasikannya untuk produk lainnya. Menanggapi permintaan ini, Dr Lehr mengatur alat ini dan memberikan ke mereka untuk uji coba.

Dengan PT Galic Bahari, Dr Lehr memodifikasi alat ini menjadi hanya tiga langkah proses yang akan bekerja dengan sistem kerja mereka. Modifikasi ini diperlukan agar dapat bekerja.

Setelah mengunjungi tiga perusahaan, Dr Lehr memberikan workshop akan INSPIRed Light ini di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta. Pada workshop ini, mereka membahas hal-hal yang perlu dilakukan dan yang jangan dilakukan.Di acar ini pula, para peserta dan ahli sepakat untuk membentuk grup Whatsapp untuk memperlancar komunikasi akan isu-isu terkait keterlacakan.
News & Articles INSPIRed Light:  Sebuah Usaha Meningkatkan Produktivitas dan Keterlacakan
Latest News
Marketing Communication: Upaya Menaikkan Kelas Produk Perikanan
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan SMART-Fish Indonesia telah mengenali pemasaran sebagai faktor kunci dalam membangun dunia perikanan Indonesia. Konsumsi ikan domestik Indonesia per kapita masih rendah, dan Indonesia pun berjibaku dalam persaingan pasar global. Kondisi inil mendorong KKP dan SMART-Fish Indonesia mengadakan workshop akan marketing communication untuk produk seafood dan rumput laut.
INSPIRed Light: Sebuah Usaha Meningkatkan Produktivitas dan Keterlacakan
Produktivitas dan keterlacakan adalah dua hal penting yang dibutuhkan untuk bersaing di kancah global. Tahun lalu SMART-Fish Indonesia telah memperkenalkan sebuah alat untuk mengukur kedua hal tersebut. Namun perkembangkannya kurang baik dimana ada beberapa kendala untuk dapat mengaplikasikannya. Kini ahli keterlacakan kami – Dr. Heiner Lehr kembali datang ke Indonesia untuk memperlajari situasi dan memodifikasi INSPIRed agar dapat dipergunakan.
Workshop Standard Operating Procedures (SOP) untuk Least Cost Formulation
Ada 25 orang peserta datang dari berbagai direktorat di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menghadiri workshop satu hari guna mendiskusikan standard operating procedures (SOP) untuk Least Cost Formulation (LCF) dalam produksi pakan ikan Patin skala kecil dan metode produktif untuk budidaya rumput laut Gracilaria dan Cottonii. Bertindak sebagai fasilitator workshop ini adalah para pakar SMART-Fish Indonesia, yaitu Prof Jana Anggadiredja, Dr. Nur Bambang Priyo Utomo, dan Ir. Imza Hermawan.