Pangasius Probiotik Indonesia Terbang ke Dubai

Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) tengah dalam persiapan terbang ke Dubai, untuk berpartisipasi sebagai salah satu peserta eksibisi SEAFEX Timur Tengah, pada 30 Oktober-1 November 2018 di Dubai World Trade Centre. Acara ini didukung oleh SMART-Fish, program dari UNIDO (United Nations Industrial Development Organization). Dibawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia, APCI siap meluncurkan sebuah Brand Pangasius (ikan patin) baru bagi dunia Internasional yaitu “Indonesian Pangasius-The Better Choice”.

 

 

 

Peluncuran ini akan diselenggarakan pada saat pameran berlangsung tanggal 30 Oktober 2018, pukul 13.00 waktu setempat di stand Z3-G41 dan G42. Industri ikan pangasius Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, terlihat dari produksi pangasius yang terus meningkat di satu dasawarsa terakhir, dari 33.000 ton pada 2006 menjadi 437.000 ton di 2016. Ini menjadikan Indonesia salah satu produsen pangasius terbesar di dunia. Selama ini industri pangasius Indonesia lebih banyak bermain di pasar dalam negeri saja, dimana pangasius fillet menduduki posisi sebagai ikan yang paling populer di pasar domestik, yang saat ini telah mencapai setengah dari keseluruhan konsumsi ikan fillet dalam negeri.

Selain dipasarkan di supermarket untuk konsumen rumah tangga, pangasius fillet telah mendapat tempat yang strategis dalam industri jasa makanan di Indonesia yang melayani hotel, restoran, catering (horeca) serta penerbangan.

Keikutsertaan di SEAFEX yang sekaligus peluncuran Brand “Indonesian Pangasius” ini merupakan momen penting yang mengawali kegiatan bisnis ekspor bagi industri ikan pangasius Indonesia. APCI, bersama sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan ikan pangasius, telah siap tampil di pasar dunia. Uni Emirat Arab (UAE) dipilih untuk mengawali bisnis ekspor ikan pangasius Indonesia dilihat dari potensinya yang tinggi sebagai pintu gerbang masuk ke pasar Timur Tengah.

“Kita melihat adanya permintaan yang terus meningkat dari negara-negara Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir ini, baik itu dari sektor pariwisata maupun juga untuk pemenuhan kebutuhan ikan dalam food services di kegiatan Haji dan Umroh. Kami senang dapat melayani kebutuhan pasar ini.” ungkap Ketua APCI, Suhadi.

Direktur Jendral Akuakultur, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr Ir. Slamet Subijakto, menjelaskan KKP kegiatan ekspor bagi pangasius ini sangatlah penting. “Kami memberikan apresiasi dan dukungan kepada APCI untuk mengembangkan pasar pangasius termasuk pasar ekspor di Timur Tengah. Melalui budidaya dan prosesing yang baik yang telah diimplementasikan di Indonesia, keamanan pangan dan traceability nya bisa dijamin mengikuti standar yang diminta oleh pasar Internasional.”

Mengenai mengapa Indonesian Pangasius dikatakan “The Better Choice”, lebih baik dari para pesaingnya, Suhadi menjelaskan, salah satu alasan utamanya adalah karena pangasius Indonesia dikembangkan dengan probiotik, bukan dengan antibiotik. “Sehingga menjadi pilihan yang sehat. Selain itu, pangasius Indonesia dibudidayakan dalam kolam dengan air tanah yang bersih, juga dengan kepadatan yang lebih rendah dibanding di negara lain. Anda dapat mengetahui lebih banyak seputar keunggulan pangasius Indonesia dan bertemu dengan para suplier di pameran SEAFEX. Kami akan senang menyambut Anda saat peluncuran brand di sana.”